Unordered List

Sabtu, 12 Januari 2013

[Profil] Ciptono Sang Guru Inspiratif

Oleh: Erna Erviana Purnama Sari


Ciptono lahir di Desa Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, pada 11 November 1963. Ia merupakan putra ketiga dari lima bersaudara. Sejak kecil Ciptono harus menjalani masa kana-kanak yang kurang begitu menggembirakan, karena pada usia 3 tahun, ia harus ditinggal sang ibu  berpulang ke rumah Allah.
Kehidupannya harus terus berlanjut. Ciptono akhirnya diasuh oleh sang nenek. Ia menjalani pendidikan di SD Negeri 1 Susukan, kemudian menyelesaikan pendidikan di SMP Negeri 1 Salatiga. Setamat SMP, Ia memilih sekolah di SMA  Muhammadiyah Solo.
Ia merupakan sosok guru yang sangat peduli pada perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus. Jiwa sosialnya untuk menolong ABK muncul sejak lulus SMA tahun 1982. Awalnya, Ciptono sempat mendaftar di Kedokteran UGM namun tidak diterima. Kemudian, dia memutuskan untuk mendaftar di IKIP Yogyakarta (UNY) dengan jurusan Pendidikan Luar Biasa.
Tahun 1989 ia mengajar Pendidikan Sejarah dan Perjuangan Bangsa dan dasar-dasar pendidikan luar biasa di Pendidikan Guru Agama Negeri. Pada tahun itu juga ia menjadi calon pegawai negeri sipil SLB C YPAC Semarang. Dari keseringannya bergaul dengan mereka yang berkebutuhan khusus, Ciptono mulai menemukan kenyataan bahwa di antara anak-anak itu ada yang memiliki bakat khusus. Kemudian ia mulai membuka sekolah berkebutuhan khusus di garasi rumahnya, yang akhirnya mendapatkan tanah sekitar 3 ha dari Gubernur Jateng untuk mengembangkan SLB, yang saat ini menjadi sekolah percontohan hingga keluar negeri.
Seiring berjalannya waktu, ia mendapatkan penghargaan atas prestasinya memberdayakan anak-anak berkebutuhan khusus, Ciptono yang pada 2003 menyabet juara I Lomba Mengarang dan Pidato Antarguru SLB se-Jawa Tengah itu mendapat berbagai penghargaan dari dinas pendidikan sampai Departemen Pendidikan Nasional. Ia juga memperoleh tujuh rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) atas kepeduliannya kepada anak-anak berkebutuhan khusus. 
Penghargaan lainnya adalah sebagai guru SLB berdedikasi tinggi dari dinas pendidikan setempat pada tahun 2003. Tahun 2005 ia menerima penghargaan sebagai guru berdedikasi tinggi dari Mendiknas Bambang Sudibyo, dan tahun 2006 menjadi juara guru kreatif. Atas prestasinya, ia diberi kepercayaan untuk menjabat sebagai Kepala Sekolah SLB C YPAC Semarang. Jabatan yang terus dijabatnya dari tahun 2000 hingga 2006.
Kemudian pada Agustus 2008 Ciptono menyabet juara pertama lomba manajemen pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus tingkat nasionalIa dipercaya untuk mengepalai SLB Negeri Semarang yang baru berdiri pada tahun 2006 dan tetap menjabat hingga sekarang.
Berkat menjadi pemenang dalam Kick Andy Heroes, tahun lalu,  Ciptono, sekarang banyak menjadi pembicara di berbagai acara dan seminar tentang anak berkebutuhan khusus. Baginya, anak berkebutuhan khusus bukanlah produk Tuhan yang gagal, karena setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan. Melalui pengamatan dan kesabaran, anak yang dikarunia ketidak sempurnaan akan muncul kelebihan-kelebihan yang perlu dipoles dan dilatih.

0 komentar:

Posting Komentar